Puting Lecet No More

Tuesday, January 16, 2018

Salam!
Selamat Tahun Baru 2018!

Setelah sekian purmana blog ini ditinggal mudik sama pemiliknya, iya saya, balik-balik udah banyak banget sarang laba-labanya inih. Baiknya sih bersih-bersih dulu, apalagi tahun udah baru, masa ini blog isinya itu-itu aja, perbarui konten napah (speak ke diri sendiri aka monoloque), hehehe. Mumpung anget awal tahun, pinginnya aktif lagi nge-blog, tapi insya Alloh rencana postingnya lebih banyak menebar manfaat dibanding mudharatnya, aamiin. Meski sesungguhnya saya bukanlah berlatar belakang penulis, tapi diri ini mesti dipaksa dibiasakan menulis, untuk persiapan masa depan yg lebih cerah *tsaahhh (baca: mengejar beasiswa). Belum, belum, jangan kesana dulu, banyak yg belum disiapkan soalnya.

Yah, namanya juga...

Kita bicarakan soal yang lain aja ya?

Siiipppp…

Oke, saya coba bahas satu masalah umum yang biasa dialami oleh para ibu menyusui aja ya, PUTING LECET (atau sore nipple, atau crack nipple, or whatever you said). Yup, keren gak? Et, buat yg belum menjadi ibu atau bapak, jangan langsung kabur dulu. Insya Alloh disini saya akan berbagi tips menarik seputar masalah ini. Dan menurut saya penting untuk dijadikan wawasan, sebagai bekal menjadi orang tua nanti. Atau minimal ada kerabat atau teman yang sedang mengalami hal serupa, bisa lah dibagi informasi dari sini, setuju gak?! *maksa hehehe

Jadiii,

Kebetulan saya sebagai seorang ibu menyusui anak yang (giginya) sedang ucul-uculnya, beberapa kali mengalami permasalahan puting lecet ini. Banyak sih hal-hal yang melatarbelakangi masalah ini; si gigi yang sebetulnya adalah mukjizat, tapi kalo lagi lecet gini, berasa gigi drakula coy! atau bisa juga karena kondisi aerola yang agak kering, jadi gampang crack/luka.


Beberapa tips yang bisa dijalankan (sudah saya jalankan juga) ketika bunda mengalami putting lecet, adalah:

  1. Perhatikan proses pelekatan. Bisa jadi, selama menyusui pelekatan kurang sempurna, maka terjadilah kecelakaan ini. Dalam menyusui, idealnya adalah ketika seluruh aerola masuk ke dalam mulut bayi. Jadi bukan hanya di ujung nya (nipple) saja. Namanya saja kan breastfeeding, bukan nipplefeeding.
  2. Olesi aerola dengan ASI setiap sebelum dan sesudah sesi menyusui. Best remedy!
  3. Bisa menggunakan olesan lanolin, yang gunanya untuk melindungi luka dan keep moisture si nipple yg lagi luka ini. Lanolin ini adalah gelatin dari domba, bentuknya gel kental, dan bisa digunakan juga sebagai lip balm lho! Merek yang saya gunakan, Lansinoh Lanolin, atau bisa juga dengan Medela Purelan. Sepengetahuan saya, dua merek ini aman digunakan dan aman apabila tertelan oleh bayi. Penggunaannya juga cukup mudah, tinggal diaplikasikan di area aerola dengan merata.
  4. Daun sirih. Ini juga saya dapatkan tips dari WAG (whatsapp group) yang isinya kebetulan para bunda yang suka saling curhat seputar anak, parenthood, dan hosip *teutep. Penggunaannya sebagai obat luar, bisa daun sirih yang sudah dicuci bersih, haluskan dan langsung tempel ke payudara. Bisa juga dengan dilayukan di atas api, lalu tempel ke PD (tunggu beberapa saat, takutnya terlalu panas malah jadi berabe lagi hehe). Atau bisa juga, mandi dengan air rebusan daun sirih.


Dari keseluruhan tips bermanfaat ini, sudah saya jalankan. Tapi, apa daya, keseluruhan adalah proses penyembuhan yang bertahap, which means bukan instant. Sedangkan saya sedang berpacu dengan (bom) waktu *lebaayyy karena sungguh rasanya sangatlah memedihkan hati hingga sekujur tubuh merinding setiap dimulai sesi menyusui dengan anak drakula.


Sampai perhatian saya tertuju oleh sebuah artikel dari seorang ibu yang mengalami hal serupa dan mendapatkan solusi terbaik, yang kebetulan saya juga cocok pake BGT. Awalnya saya agak ragu, emang bisa ya, kemudian saya menelusuri informasi lainnya, dan mendapatkan tulisan yang menyarankan hal serupa. OKE LAH. Kita coba!

Bismillah aja, niat sembuh!

Alhamdulillah, speed recovery, dalam waktu beberapa hari saja! Alhamdulillah….

R.A.H.A.S.I.A nya adalah………. Rash Cream!

Iya mak, rash cream, yang biasa buat ruam popok. Serius, works like magic deh!

Sebelum saya gunakan, terlebih dulu saya lihat dulu komposisi creamnya. Karena kebetulan di dua artikel yang saya sebutkan sebelumnya, mereka menggunakan merek yang berbeda dengan yang saya punya di rumah (maafkan saya yg lupa menyimpan link artikel ini). Ada yg mencoba merek Zwitsal dimana salah satu komposisinya terdapat Zinc Oxide, yang digunakan untuk mengobati dan mencegah ruam di kulit akibat popok dan iritasi kulit ringan lainnya (contoh, luka bakar, teriris, tergores). Bekerja dengan cara membentuk pelindung pada kulit untuk melindungi dari iritasi/kelembapan (sumber). Ada juga yg mencoba menggunakan Bepanthen yg komposisinya adalah Dexpanthenol, yang digunakan sebagai pelembap untuk mengobati atau mencegah kulit kering, kasar, bersisik, gatal dan iritasi kulit ringan (misalnya, ruam, kulit terbakar karena terapi radiasi) (sumber). Dan yang saya punya merek Pure Baby Rash Cream yang komposisinya: Zinc Oxide dan Dexpanthenol. Dengan modal nekat, dan ikhtiar meniatkan diri supaya sembuh cepat, Alhamdulillah kini sudah bisa kembali menyusui dengan gembira.


Penggunaannya cukup mudah, olesi pada keseluruhan area PD, dikit saja tapi merata. Tapi, sungguhpun ini adalah obat luar, yang tidaklah aman jika tertelan oleh bayi. Maka, wajib hukumnya untuk mencuci area yg terolesi dengan sebersih-bersihnya pake sabun kalo bisa, sebelum sesi menyusui. Bisa juga, selama proses penyembuhan dengan rash cream ini, bunda menggunakan breast-pad, untuk melindungi bra dari paparan cream ini. Soalnya cream ini mudah menyerap di kain. Takutnya kan, meski sudah dibersihkan dengan sabun tapi tetap terkena dari bekas di bra.


Semoga bermanfaat, dan selamat menyusui dengan gembira!!!

*ps tulisan ini bukanlah sebuah bentuk endorse/promosi..

You Might Also Like

0 comments

Subscribe