Yoga and Me

Thursday, July 21, 2016

Beberapa tahun yang lalu, bagi saya, yoga adalah salah satu olahraga yang membosankan. Kenapa saya bisa berpikiran seperti itu? Karena saya belum pernah sekalipun mencoba untuk berlatih yoga. Padahal di beberapa kantor sebelumnya tempat saya bekerja, hampir semuanya membuka kelas yoga. Beberapa teman kantor saya mencoba meyakinkan saya untuk mencoba kelas tersebut, tapi saya belum terlalu tertarik.

Akhirnya untuk kali pertama, saya mencoba yoga di rumah sendiri. Dan karena niat saya yang tidak sungguh-sungguh, maka hasilnya hanya sebatas "coba-coba" saja. Banyak video gerakan yoga yang sudah saya unduh menjadi terbengkalai dalam hardisk komputer saya.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya menjelang pernikahan, saya dituntut untuk memiliki tubuh yang sesuai dengan baju pernikahan saya. Seketika itu, berbagai macam diet dan olahraga mulai saya tekuni, seperti HIIT, body combat, dumbbell, jogging, renang, bahkan yoga. Hampir semua olahraga tersebut ternyata hanya membuat tubuh dan pikiran saya capek. Hanya ada dua jenis olahraga yang membuat saya tetap konsisten hingga waktu yang dinanti-nantikan, renang dan yoga.

Pada saat itu, bagi saya yoga masih saya anggap sebagai olahraga yang tidak memerlukan lompatan-lompatan dan pengaturan napas yang stabil. Maka, hasil yang didapatkan, tidak maksimal. Tubuh saya mengeluarkan keringat, tetapi saya tidak mendapatkan kesenangan melakukan hal tersebut. Setelah hari pernikahan, yoga pun berangsur saya tinggalkan. Saya hanya rutin berenang, sebagai alternatif olahraga agar tubuh saya tetap dalam kondisi yang sehat.

Sampai akhirnya, saya mengalami sebuah musibah, yang membuat hati dan pikiran saya kacau. Saya tidak bisa mengalihkan kerisauan dan gejolak emosi yang saya hadapi, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk berliburan sejenak guna mengembalikan segala sesuatunya menjadi normal. Setelahnya kami pun memutuskan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Kami menjadi rutin berolahraga dan makan makanan yang sehat. Saat itulah saya melirik yoga kembali.

Saya memutuskan untuk melakukan riset terlebih dahulu tentang yoga dan segala sesuatu yang berhubungan dengan yoga. Ada banyak sekali pilihan yoga, yang saya sendiri dibuat pusing karena bingung harus memulai dari mana lagi. Sementara saya sibuk mencari informasi, saya seperti ditakdirkan untuk "bertemu" dengan 4 instruktur yoga yang hebat dan saya merasa cocok dengan segala instruksi yang diberikan oleh mereka. Mereka adalah Kino MacGregor (Kino Yoga), Govinda Kai, Leslei Fightmaster, dan Karissa. Iya, mereka adalah instruktur yoga yang saya pilih untuk mengajari saya yoga dan meditasi di dalam kamar saya. Kino, Govinda, dan Leslei mengajarkan saya banyak gerakan dalam Ashtanga Yoga, sedangkan Karissa mengajarkan gerakan dalam Kundalini Yoga.

Ashtanga dan Kundalini Yoga adalah dua hal yang sangat berbeda, meski keduanya sama-sama yoga. Saya, yang mulai berlatih yoga dan mulai menekuni, memasukkan yoga ke dalam daftar rutinitas yang tidak boleh terlewatkan setiap harinya.
Dalam kamar, saya memulai yoga dengan Kundalini Yoga selama kurang lebih setengah jam sebagai warming up. Karena pada dasarnya, yoga pun membutuhkan teknik pemanasan seperti olahraga lainnya, supaya tubuh tidak kaget. Kenapa saya memilih Kundalini sebagai permulaan, karena untuk memulai yoga, tubuh dan pikiran kita harus menyatu, rileks, dan fokus. Menurut saya, ketika kita berlatih yoga, kita dianjurkan untuk menyingkirkan segala beban pikiran dan hanya fokus pada gerakan dan pernapasan. Kundalini membantu tubuh dan pikiran saya rileks dengan chant sakralnya "Ong Namo Guru Dev Namo" yang artinya I call upon the Divine Wisdom, and Self-knowledge that is within us. Dalam pose duduk bersila dan kedua tangan menyatu di dada (prayer pose), saya diajak untuk "bernyanyi" selama 3 hingga 5 kali. 
(sumber: The Giving Mom)

(sumber: Kundalini Live)

Kemudian, saya lenjutkan latihan Ashtanga Yoga, pastinya setelah istirahat beberapa saat untuk mengembalikan energi. Saya lebih memilih berlatih Surya Namaskara sebagai urutan gerakan kesukaan saya setiap berlatih yoga. Setiap pergantian gerakan, diiringi dengan pergantian napas.
 (sumber: Kino Yoga)
Ternyata, pengaturan napas dalam yoga sangat bermanfaat bagi tubuh kita, dan bagi rekan-rekan yang senang berenang, yoga sangat menguntungkan untuk mengatur ritme pernapasan. Saya yang merasakan sendiri bagaimana manfaat baik yang saya dapatkan selama berlatih yoga di rumah. Semoga tulisan saya dapat memberikan inspirasi bagi rekan-rekan semua yang belum mencoba yoga. Namaste!

You Might Also Like

4 comments

  1. Lihat-lihat gerakan yoga, jadi makin pengen nge-yogaa... :)

    ReplyDelete
  2. Saya pernah sekali ikut acara yang didalamnya terdapat kegiatan yoga. Mungkin karena belum pemanasan dulu kali ya, jadinya setelah yoga capeknya kayak habis digebukin maling, cuapeeekkk haha

    ReplyDelete
  3. wahhh... keren..
    jadi pengen ikutan yoga...
    etapi susah ya gerakannya

    ReplyDelete
  4. SELAMAT ANDA MENDAPATKAN UNDANGAN RESMI DARI SUMOQQ.COM Kunjungi skrg Live Chat nya u/Info lbh Lanjut,Dan Dapatkan Jutaan Rupiah Dengan Cuma-Cuma BBM : D8ACD825

    ReplyDelete

Subscribe