May 12, 2016

Test Lab TORCH dan Biayanya (as of 2015)

Dear beautiful ladies,

Pada postingan kali ini, saya mencoba berbagi informasi seputar pemeriksaan laboratorium saya beberapa waktu silam di salah satu laboratorium klinik di Bogor. Sebelumnya, ijinkan saya menceritakan sedikit pengalaman saya tentang bagaimana saya harus menjalani beberapa rangkaian tes laboratorium sebagai lanjutan program kehamilan yang waktu itu saya jalankan setelah mengalami musibah keguguran pada kehamilan pertama saya.

Singkat cerita, setelah saya menjalani konsultasi beberapa kali dengan seorang dokter kandungan yang sangat ramah di sebuah rumah sakit swasta di Depok, saya dianjurkan untuk melakukan tes laboratorium untuk mencoba mengetahui penyebab terjadinya keguguran tersebut. Oleh dokter tersebut saya diberikan daftar panjang rincian tes laboratorium yang sejak awal sudah membuat saya agak sedikit ketakutan. Bagaimana tidak, dalam daftar itu terdapat tes TORCH, yaitu ACA, Rubella, dan Toxoplasma. Saya yang saat itu masih minim informasi menjadi terlalu khawatir membayangkan hasil tes nya.

Setelah selesai sesi konsultasi, kami bergegas ke loket laboratorium di rumah sakit tersebut untuk mendapatkan informasi kisaran harga. Setelah mendapatkan informasi yang kami maksud, seketika tubuh saya menjadi lemas dan tidak berdaya. Ya ampun Gusti, harganya sangat fantastis mencapai 5 juta rupiah. Untungnya kami diberikan jangka waktu yang cukup lama dan pilihan klinik laboratorium, bisa dilakukan di rumah sakit tersebut atau di luar rumah sakit.

Sembari mengumpulkan dan menyisihkan tabungan, kami pun inisiatif untuk mencari informasi di klinik laboratorium lainnya. Awalnya saya sempat ingin mencari informasi kisaran harga ke RSCM karena menurut tulisan yang pernah ada di blog seseorang, harganya tidak terlalu mahal. Tetapi karena lokasi yang terlalu jauh dari rumah kami di daerah Bogor, maka saya dan suami putuskan untuk menyempitkan pencarian di daerah Bogor saja.

Kami mendapatkan informasi di tiga laboratorium yang berbeda, dua diantaranya merupakan laboratorium rumah sakit dan satunya adalah klinik laboratorium swasta. Setelah kami bandingkan total harga yang sudah kami kumpulkan, seharusnya kami memilih laboratorium di salah satu rumah sakit ibu dan anak di Bogor karena harga yang lebih murah. Tetapi puji syukur Alhamdulillah, karena pada saat itu di lab Prodia menawarkan diskon 20% untuk seluruh pemeriksaan laboratorium dalam rangka Hari Kesehatan Nasional 2015. Akhirnya kami memilih laboratorium klinik tersebut. Perlu saya tekankan, saya tidak pernah ada perjanjian atau rekomendasi atau kaitan apapun dengan klinik lab Prodia. Tulisan ini murni sebagai wadah berbagi informasi saja ya.

Berikut ini langsung saya jabarkan saja ya kisaran harganya.

Pemeriksaan Tes Laboratorium ACA, Rubella, dan Toxoplasma
Laboratorium Klinik Prodia Bogor
Harga ini merupakan harga normal (belum termasuk diskon 20% yang saya jelaskan sebelumnya) dan data ini diambil pada November 2015.

Perincian Test + Harga
Hematologi Rutin + Retikulosit ----- Rp 154.000,00
Ferritin ----- Rp 246.000,00
Agregasi Trombosit ----- Rp 348.000,00
D-Dimer ----- Rp 674.000,00
ACA IgM ----- Rp 648.000,00
ACA IgG ----- Rp 648.000,00
Glukosa Puasa ----- Rp 33.000,00
HBsAg ----- Rp 147.000,00
Anti-Toxoplasma IgG ----- Rp 273.000,00
Anti-Toxoplasma IgM ----- Rp 273.000,00
Aviditas Anti-Toxoplasma IgG ----- Rp 433.000,00
Anti-Rubella IgM ----- Rp 369.000,00
Anti-CMV IgM ----- Rp 385.000,00
Anti-HSV2 IgM ----- Rp 289.000,00
Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat dan berguna bagi ladies sekalian. Jika saya boleh berikan saran, pada dasarnya harga di klinik ini tidak jauh berbeda dengan tiga laboratorium lainnya. Apabila ladies sekalian ingin melakukan serangkaian tes ini, maka sebaiknya berpuasa selama 10 jam sebelum melakukan tes ya. Dan jika ingin melakukan tes di klinik ini, saya sarankan untuk datang tidak lebih dari jam 10.30 pagi ya. 

May 11, 2016

Accidentally AADC2

Salam! Senangnya saya bisa kembali menulis di blog ini yang sudah terlalu lama saya abaikan karena satu dan beberapa hal. Ada banyak yang ingin sekali saya tuliskan ke dalam blog ini, tetapi karena ini adalah tulisan pertama setelah hiatus selama ber-abad-abad (hehe) jadi harap maklum yaa. 

Baiklah, kali ini saya mencoba membahas tentang film Indonesia yang sedang naik daun belum lama ini. Yup! Apalagi kalau bukan AADC 2. Tapi sebelum saya menulis panjang lebar, saya ingatkan ya, saya sama sekali bukan penggemar AADC garis keras, bukan juga pengamat dan komentator film, hanya seorang awam yang ingin berbagi opini tentang film ini. Dalam tulisan saya kali ini, saya hanya sekedar membahas tentang kebetulan-kebetulan yang terjadi selama film ini berlangsung.
Mungkin, jika Anda belum menonton AADC 2, berhenti membaca sampai paragraph ini, karena saya akan banyak spoilers. Jika Anda juga penggemar garis keras, apabila di akhir tulisan saya tidak sesuai dengan harapan, jangan di-bully ya!

Kita mulai dari film pertama AADC dulu ya. Pada saat pemutaran film AADC tahun 2002, saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, jadi ya hanya sebatas ikut-ikutan euphoria-nya saja. Beberapa kali saya juga memutar kembali film ini, sekedar untuk benar-benar mengerti jalan ceritanya.
Sampai akhirnya masyarakat dihebohkan dengan publikasi film AADC 2 lewat mini series LINE di youtube selama tidak lebih dari setengah jam. Saya yang pada saat itu sedang berada di kantor sempat menitikkan air mata ketika menonton  tayangan singkat pertemuan Cinta dengan sahabat-sahabatnya dan yang pastinya, pertemuan kembali Cinta dengan Rangga. Tak perlu saya jelaskan lagi alur ceritanya, tetapi saya yakin kita semua merasakan hal yang sama, bukan?
Harap-harap cemas menanti apakah AADC akan dibuat lanjutannya karena kita sudah terlanjur dibawa baper lewat mini series LINE. Sampai akhirnya film AADC 2 resmi dipublikasikan dan tayang pada 28 April 2016. Dan saya berkesempatan untuk menonton film tersebut atas rayuan bujuk rayu suami saya, karena dia tahu jika saya lebih memilih AADC 2 dibanding dengan Civil War. 

Antusias masyarakat heboh sekali, sampai saya menonton AADC 2 yang sudah berjarak 10 hari dari hari pertama film ini perdana diputar, masih banyak yang mengantri untuk menonton film ini. Singkat cerita, saya berharap jika saya akan kembali meneteskan air mata saat menikmati film ini. Tetapi, harapan saya semakin pudar seiring berjalannya alur cerita hingga film usai. Bukannya terbawa dengan suasana nostalgia Cinta dan Rangga, atau Cinta dengan Maura, Carmen, Milly, tetapi justru terbawa suasana Jogjakarta dan Brooklyn. Sekedar intermezzo, dua kota tersebut termasuk kota favorit saya, jika Jogja adalah kota yang sering saya kunjungi dan tak pernah bosan untuk kembali dikunjungi, sedangkan Brooklyn adalah kota yang saya ingin datangi, bukan karena AADC 2 lho ya.

Di awal-awal cerita, film masih berjalan sangat normal. Pertemuan kembali sahabat-sahabat lama, dan berencana untuk merayakan reuni mereka ke Jogja. Tetapi seakan film ini mencari benang merah, semua terjadi sangat kebetulan. Diceritakan dalam film ada momen di mana Rangga kangen sama Cinta sambil liat foto mereka berdua saat di New York tahun 2006, dan di saat yang sama Cinta juga sedang melihat foto yang sama, dan kemudian mereka secara terpisah menjadi galau. Ini yang menurut saya menjadi ‘kebetulan’ awal di film ini. 

Jika Cinta dan kawan-kawan sudah pasti ke Jogja, bagaimana dengan Rangga? Kemudian diciptakan suasana dimana saat officemate Rangga menyarankan dia untuk liburan kembali ke Jakarta, di saat yang sama datanglah seorang perempuan yang mengaku adik tiri Rangga. Iya, sang adik datang seorang diri, ke Brooklyn, dan dia pun sudah berkeliling kota-kota besar di Amerika Serikat hanya untuk mencari Rangga. Tujuan sang adik datang menemui Rangga hanya sekedar memberi informasi jika ibunda Rangga ingin sekali bertemu dengan Rangga. Dan rumah sang ibu berada di Jogja. Disini saya mulai ber-spekulasi kembali, kebetulan lagi kah?
Apabila Cinta dan kawan-kawan hanya untuk reuni dan berlibur di Jogja, lain hal dengan Rangga yang berniat untuk datang ke rumah ibunya. Di waktu yang bersamaan, Cinta sampai Jogja, Rangga pun demikian. Dan di saat yang bersamaan juga Cinta dan Rangga lebih memilih satu area yang sama sebagai tempat pertama yang didatangi di Jogja. Sebesar-besarnya cinta sejati, masa iya semuanya serba sama dan kebetulan? Tetapi, saya kembali berpikir, jika Cinta lebih memilih daerah Malioboro, dan Rangga lebih memilih di daerah Kaliurang saja, mungkin mereka tidak pernah bertemu. 

Sampai akhirnya tercipta momen dimana Rangga bertemu dengan Cinta. Pertemuan Rangga dan Cinta terjadi empat kali dalam film ini. Pertama, saat di pameran galeri seni. Kedua dan ketiga, saat di café, tetapi satu di Jogja, dan satu di Jakarta. Keempat, saat di Brooklyn. Setelah pertemuan pertama yang saya rasa tidak berjalan dengan mulus, Rangga kembali bertemu dengan Cinta dan berhasil mengajak Cinta jalan-jalan keliling Jogja seharian. Dalam perjalanan keliling Jogja yang saya rasa sangat melelahkan, bayangkan saja, dalam sehari mereka berdua sudah mendatangi tempat-tempat seperti candi, berbagai macam café, dan hutan-hutan, tetapi mereka sama sekali tidak menunjukkan wajah kelelahan dan wajah Cinta pun sama sekali tidak berminyak dan telihat kusam meski seharian keliling Jogja. 
Nostalgia singkat namun sarat makna antara Rangga dan Cinta selama di Jogja membuat penonton menjadi harap-harap cemas. Cinta saat itu statusnya sudah bertunangan dengan seorang eksekutif muda yang karakternya dibuat sok sibuk dan tidak terlalu romantis. Sedangkan Rangga, tinggal menunggu jawaban sambil berharap-harap cemas. Karena saya tahu, pasti akhir cerita Rangga harus bersatu kembali dengan Cinta, tetapi bagaimana cara untuk memutuskan pertunangan Cinta dengan Trian (tunangan Cinta), diciptakan lagi momen yang secara kebetulan Rangga berpapasan dengan Trian ketika Rangga mendatangi Cinta di galeri café milik Cinta. Di situlah akhirnya ‘kebetulan’ yang diharapkan oleh penonton terjadi dan semakin menunjukkan akhir yang bahagia.
Meski saya akui lebih memilih akhir cerita yang bahagia, tetapi jalan cerita AADC 2 sudah sangat bisa diprediski. Seperti kebanyakan film drama percintaan yang berakhir bahagia, romantisme Rangga dan Cinta tidaklah jauh beda. Tidak ada hal yang dapat membuat saya meneteskan air mata, kesedihan maupun kebahagiaan, selama film berlangsung. Terlalu banyak hal kebetulan yang diciptakan demi menghasilkan cerita yang diinginkan dan disukai oleh penonton, yang sudah sekian lama menanti kelanjutan hubungan mereka berdua. Selain itu juga, menurut saya film ini terlalu komersil karena terlalu banyak menampilkan sponsor merek barang atau tempat. 

July 7, 2015

Recipe: Cheese Sago Cookies (Kue Sagu Keju)

Hello, today I want to share you guys how to bake cookies by using unique main ingredient: Sago flour. Sago flour is very familiar in Asia, specially in my country - Indonesia, if you're not in Asia regions, maybe you could get the flour from your local Asian market/mart.

This cookies are very famous in Indonesia, specially in Ramadan and Eid occassion. It's like some kind a tradition, like you guys having Turkey or any other food in Christmas ect (even we can randomly eat Turkey or these cookies any other time /duh), but they're more likely iconic foods that most people in Indonesia 'must have' in their home. There are several iconic/tradition foods that our family always have for Ramadan and Eid, such as Ketupat (compressed rice cakes), Rendang, Opor Ayam (yum!), Nastar cookies (pineapple cookies), and many more.

But, in this post I would like to share recipe for Cheese Sago Cookies, or famously named: Kue Sagu Keju.

Ingredients:
300 gram sago flour
150 gram unsalted butter
Pinch of salt
125 gram confectioneners sugar
2 yolk eggs
100 gram cheese (grated)
100 ml water

How to cook:
1. In a large bowl, add: unsalted butter and confectioners sugar, fold with spatula or wooden spoon. Then by using mixer, combine them until soft.
2. Then add yolk eggs, and continue mixing.
3. In this step, I stop using mixer and continue using wooden spoon to fold the combined ingredients. Then, add: sago flour and grated cheese, gently fold the mixtures over and repeat until well combined. Add water to the mixtures, and fold until soft.
4. In a single action, put the mixtures into the pipping bag, cut the end and pipping out the small round of roses. I used 2D flower spuit. Also, don't forget to use perchament or baking sheet.
5. Preheat over for about 700C for about 20 minutes.
6. Once we're resfinished pipping the mixt, put into the oven 70 Celcius for about 30-45 minutes (or until the cookies look golden).

Feel free to ask me anytime about the recipe. I got this from several google-research, so this recipe credits to all brilliant people who shared their cheese sago cookies recipe. Good luck!

June 10, 2015

Frebbies: New Fonts

Hello again. I hope this post finds you guys well. I finally decided to update my blog again and have several plans to change the layout as well. But not now, I still have few days in the office to finish (an clean up) everything. I drafted one layout, and still figured out the CSS codes etc. So, this is a good start to refresh my blog again and I will share you guys fonts that I made few weeks ago.

C'mon go to the embed link and download my fonts. They're free to use for personal purpose :)

October 21, 2014

#nowlistening Sondre Lerche - Lucky Guy

I've listened to Sondre Lerche's songs since I was in high school, but I've started to follow his musics for 4 years ago. It was Java Jazz Festival 2011 where I finally watched his live performance, awesome memories! I also met some new friends who also enjoy listening Sondre Lerche, and we always keep updated each others.

Some people might don't know very well about him. His phenomenon songs are "Two Way Monologue" and "Heartbeat Radio". But, speaking of him, I got big news to share! He'll come to Jakarta, and I've already purchased the tickets! YEAY!

Also, several months ago, he has released his new album, Please, and it's great album. I really miss to hear his new songs so badly! So, right after I got the album, I listened to the whole of it, and I favorited one song. Guess what, I really like Lucky Guy. I don't know exactly why I like very much this song. But, one thing I could describe is it is a VERY Sondre's song!

Sorry, I couldn't find it at Soundcloud, but you could hear it from this site:

Sondre Lerche - Lucky Guy - Hør låta i WiMP

UPDATE:

Here's the official video of Lucky Guy


and, like usual, below is the lyrics... hope you enjoy guys! xoxo Angger

Lucky Guy

I am such a lucky guy
to have meant the world to you
Held on, to you, almost, held my own

I am such a lucky guy
to have seen the world through you
So hell bent out of shape tonight

I won't lie
Baby, you broke me
I am truly a lucky guy

You are such a lucky girl
to have loved and believed it
By design, from within your bones

You are such a lucky girl,
my voice breaks so I'll sing it
Carve out one final tune tonight

I won't lie
Baby, you broke me
I am truly a lucky guy

We are such a lucky two,
in the shape of an island
Less so, as we approach mainland

We were such a lucky two,
so immune to the motion
So untouchable till tonight

I won't lie
Baby, you broke me
I am truly a lucky guy

September 29, 2014

Fights Climate Changes by Listening to: Walk Off the Earth (WOTE)

Okay!
Hints: this post has no related to anything of climates, weathers, etc.
Fun fact:
Walk Off the Earth is a band of five beautiful and awesome humans: Sarah, Gianni, Joel, Taylor, and Marshall.

I've heard their musics since they covered Gotye's phenomenon song "Somebody I Used to Know" and made a superb creative video with ideas of five people playing together in one guitar. Sounds awesome, right? Here's the prove of it:

Featuring Terry "KRNFX", they also played covers of "I knew you were trouble", "Am I wrong?", "Natalie", etc.

But, my favorites from them are:

AND

OMG! Have you seen their videos? How is it possible, five creative and multi-talented musicians in one incredible band? the answer is Walk Off the Earth.

ps. They're making video right now. If you also like them, please support them on their website Patreon (and become Patron Family!!!!)
pss. I hope WOTE could come and play to Indonesia, so I can see their performance LIVE!